Deklarasi Gerakan Kebangsaan

Deklarasi Gerakan Kebangsaan

Menjamin Kebhinekaan dan Kebebasan Beragama, Berkeyakinan, dan Beribadah

Bahwa sesungguhnya kebebasan beragama,  berkeyakinan, dan beribadah merupakan hak dasar setiap manusia di Bumi termasuk hak dasar setiap warga negara Republik Indonesia yang dijamin UUD. Oleh sebab itu maka segala bentuk pengingkaran dan kekerasan terhadap hak dasar manusia ini harus ditolak dan dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan yang adil dan beradab.

Bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia diperjuangkan secara bersama-sama oleh segenap unsur bangsa Indonesia yang menyepakati Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Oleh sebab itu maka segala tindakan yang mengingkari dan mengkhianati Pancasila sama artinya dengan mengingkari dan mengkhianati Ibu Pertiwi Republik Indonesia.

Bahwa keberadaan dan eksistensi Bangsa Indonesia didirikan di atas 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu maka kebhinnekaan dan pluralisme bagi Bangsa Indonesia merupakan hal yang FINAL dan tidak bisa ditawar-tawar. Persoalan persamaan, kesetaraan, dan kebebasan dasar merupakan pondasi YANG TIDAK BOLEH TIDAK ADA yang menjadi dasar berdirinya Republik Indonesia untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Untuk itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka kami dengan ini menyatakan menolak segala bentuk kekerasan dan pengingkaran terhadap kebhinnekaan dan kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah.

Untuk itu kami mendesak kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas agar peristiwa-peristiwa penyegelan, sweeping, dan pembakaran sejumlah tempat ibadah seperti yang terjadi di Pondok Timur, di Rancaek Bandung, di Tanjung Balai Sumut, di Kuningan Jawa Barat, di Banten, dan terakhir di Temanggung tidak terulang lagi.

Bahwa kami menyampaikan rasa empati dan keberpihakan yang penuh kepada setiap umat beragama dan warga negara yang menjadi korban tindakan pengingkaran dan kekerasan terhadap hak dasar manusia dan hak dasar warga negara ini, dan secara bersama-sama melakukan Gerakan Kebangsaan  meneguhkan kebhinnekaan untuk memastikan adanya jaminan kebebasan dasar setiap manusia dan warga negara Republik Indonesia yang dijamin Pancasila dan UUD, khususnya dalam beragama, berkeyakinan, dan beribadah.

Jakarta, 9 Februari 2011

Additional information